Langsung ke konten utama

Buku

Kau adalah buku yang tak pernah tuntas kubaca, karena terkadang aku kesulitan mengeja.
Walau kata demi kata kuikuti, kalimat demi kalimat kususuri, namun membacamu tetap membuatku berkerut dahi.
Alur mu berkelok, diksi mu tinggi, hingga akhirnya aku sampai pada satu bab yang benar-benar tak kumengerti.
Jika pun pada akhir kalimat aku tak mampu memahamimu dengan baik, aku akan kembali membukamu, karena kau adalah buku yang terus menerus ingin kubaca dan kupahami.


Mila Amalia | 11 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu

Aku jatuh cinta pada agamamu Pada sopan santun dan lembutnya tutur katamu Pada sebait prosa yang kau baca Dan pada pembawaanmu yang sederhana Berada disampingmu membuatku nyaman Memberikanku ruang untuk menjadi apa yang kuinginkan Dan membuatku semakin jauh tenggelam dalam angan Jika boleh meminta Aku ingin kamu saja selamanya

What's your biggest fear?

Suatu ketika seseorang bertanya padaku, "apa yang menjadi ketakutan terbesarmu?" Ketidak bahagiaan, jawabku. Aku takut bila aku menjalani hari-hari dengan kesedihan, dengan kepura-puraan, dengan senyum yang terpaksakan. Aku takut bila hidupku mulai tidak menyenangkan, dimana hari-hari mulai kulalui dengan ketidak percayaan diri, dimana aku mulai menganggap remeh diriku sendiri, dan aku berharap hari cepat berganti hanya karena aku tidak bisa menikmati hari ini. Seperti kata Ernest Hemingway, everyday is a new day, dan aku berharap bahwa setiap hari baru dalam hidupku itu selalu memberiku alasan untuk tersenyum, karena hidupku bahagia. Aku ingin agar aku selalu berfikir positif kepada takdir hidupku, dimana aku selalu menemukan alasan untuk terus bersyukur, terus tersenyum dan  mengatakan I'm happy.  

Pengalaman Berorganisasi

Sebagai anak SMA aku aktif di berbagai bidang organisasi disekolah, seperti Palapa (Pecinta Alam Pangandaran), English Club, dan PMR. Guruku selalu bilang bahwa pengalaman berorganisasi sangatlah dibutuhkan saat di bangku kuliah atau bermasyarakat kelak. Mungkin saat ini aku belum sampai dititik merasakan itu semua, tapi semenjak sekarang pun aku sudah merasakan manfaatnya, seperti mempererat pertemanan, menambah wawasan, dan mengisi waktu luangku dengan hal-hal positif. Aku sadar bahwa aku dalah tipe orang yang pemalu dan bukan tipe pemimpin, tapi itu tidak menjadi hambatan untuk aku bisa berorganisasi. Malahan sejak aktif berorganisasi aku merasakan sendiri pengaruh positifnya. Aku jadi berani bicara di depan orang banyak walau masih sering terbata-bata karena gugup, tapi bagiku itu adalah sebuah kemajuan yang sangat baik. Bagiku pengalaman berorganisasi di masa SMA itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Beberapa temanku memang sering mengatakan "buat apa sih cape-cape ...